Prapto Ari P., S.Pd., Gr.
Prapto Ari P., S.Pd., Gr. Guru Kelas Tersertifikasi untuk jenjang SD/MI sekaligus penggiat teknologi pendidikan. Temukan inspirasi, tips belajar, dan integrasi IT dalam dunia pendidikan bersama guru humoris dan inovatif

Cerpen AI : Jejak Digital Sang Pengkhianat Data Cepat Kaya

Tidak ada komentar

 Cerita Pendek AI - Di balik hiruk pikuk kantor wilayah yang mengurusi ribuan data pegawai, tersembunyi sebuah praktik kotor yang berlangsung bertahun-tahun. Dalangnya adalah Anton, sang admin data. Dengan status superuser yang dimilikinya, Anton memiliki kunci utama ke seluruh informasi pribadi dan sensitif para pegawai di wilayah tersebut. Sebuah kekuasaan yang sayangnya, ia salahgunakan.

Digitalisasi Memudahkan Manusia tapi Waspada Superadmin itu Ada

Modus operandinya sederhana namun efektif. Anton secara berkala mereset kata sandi akun-akun pegawai secara acak. Ketika para pegawai panik dan menghubungi bagian IT, Anton akan tampil sebagai penyelamat yang sigap. Dengan wajah prihatin dan nada penuh kepedulian, ia berpura-pura tidak tahu menahu penyebabnya dan dengan senang hati menawarkan bantuan untuk mengatur ulang kata sandi. Namun, di balik keramahannya terselip niat busuk. Setiap bantuan "dadakan" itu selalu diakhiri dengan permintaan terselubung, alasan klasik: "Kebetulan kuota internet saya menipis, Mas/Mbak. Kalau tidak keberatan, sekadar pengganti saja..."

Awalnya, mungkin hanya beberapa puluh ribu rupiah dari segelintir pegawai yang kebingungan. Namun, seiring berjalannya waktu dan semakin banyaknya pegawai yang menjadi korban, pundi-pundi Anton semakin menggelembung. Ia lihai memainkan drama, membuat para korban merasa berhutang budi atas "bantuannya". Tanpa disadari, uang haram itu telah membelikannya sebuah mobil bekas yang kinclong dan sebidang tanah di pinggir kota.

Awan gelap mulai menghampiri ketika seorang pegawai baru bernama Rian bergabung di kantor wilayah tersebut. Rian memiliki latar belakang IT yang cukup mumpuni. Beberapa minggu bekerja, ia mengalami kejadian serupa: akunnya tiba-tiba tidak bisa diakses. Instingnya sebagai seorang yang paham seluk-beluk sistem langsungik menyala. Ia merasa ada yang tidak beres.

Berbekal koneksi dengan admin pusat yang dikenalnya sejak lama, Rian memberanikan diri meminta bantuan untuk melacak keanehan pada akunnya. Dengan sedikit penjelasan, admin pusat bersedia membantu dan memberikan akses terbatas ke data log aktivitas sistem.

Mata Rian memicing di depan layar komputer. Ia melihat dengan jelas catatan waktu reset kata sandinya, lengkap dengan informasi lokasi server yang digunakan, alamat IP pelaku, dan jenis koneksi yang dipakai. Semua jejak digital itu mengarah pada satu nama: Anton, admin data wilayah.

Tanpa ragu, Rian mengumpulkan semua bukti yang ia temukan. Ia menyadari bahwa ini bukan hanya tentang dirinya, tetapi tentang banyak pegawai lain yang mungkin telah menjadi korban praktik kotor Anton selama bertahun-tahun. Dengan hati-hati, Rian melaporkan temuannya kepada atasan yang lebih tinggi, melampirkan semua data log yang ia peroleh.

Log Sistem Menjadi Alat Bukti utama Permainan Data Digital

Laporan Rian bagaikan bom waktu yang meledak di kantor wilayah tersebut. Penyelidikan internal segera dilakukan. Anton diskors dari jabatannya untuk pemeriksaan intensif. Awalnya, Anton bersikukuh tidak bersalah, memainkan drama andalannya. Namun, bukti-bukti digital yang tak terbantahkan membuatnya terpojok.

Dalam pemeriksaan lebih lanjut, fakta yang lebih mengejutkan terungkap. Ternyata, Anton tidak bermain sendiri. Sebagian dari hasil "pungutan liar" itu disetorkannya kepada beberapa oknum atasan sebagai "uang pelicin" agar aksinya tetap aman. Penyelidikan meluas, menyeret beberapa nama penting di kantor wilayah tersebut.

Tanpa ampun, mereka yang terbukti terlibat dalam praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang itu dicopot dari jabatannya dan dikenai sanksi sesuai peraturan yang berlaku. Namun, hukuman tidak berhenti di situ. Sebagai bentuk pertanggungjawaban dan efek jera, kasus ini dipublikasikan secara luas ke media lokal. Tujuannya jelas: mencegah kejadian serupa terulang di wilayah lain.

Berita itu bagai petir di siang bolong bagi keluarga Anton. Rasa malu dan keterkejutan menghantam mereka. Istri dan anak-anaknya harus menanggung stigma negatif akibat perbuatan ayahnya. Kepercayaan yang selama ini dibangun runtuh dalam sekejap. Rumah tangga Anton yang tampak harmonis di luar, kini diambang kehancuran.

Kisah Anton menjadi pelajaran pahit bagi semua orang, terutama bagi mereka yang mengemban amanah sebagai pengelola data. Sistem digital memang memudahkan pekerjaan, namun setiap aktivitas yang dilakukan, baik oleh pengguna biasa maupun administrator, selalu meninggalkan jejak. Kepercayaan yang diberikan untuk mengelola data adalah amanah suci yang tidak boleh dikhianati demi keuntungan pribadi. Integritas dan tanggung jawab adalah kunci utama dalam menjaga keamanan dan privasi data pengguna. Jangan pernah berpikir bahwa jejak digital bisa dihilangkan begitu saja. Suatu saat, kebenaran pasti akan terungkap, dan konsekuensinya bisa sangat menghancurkan, tidak hanya bagi pelaku, tetapi juga bagi orang-orang terdekatnya.

Cerita Pendek ini digenerate menggunakan teknologi AI dengan prompt yang dibuat oleh Prapto Ari P, S.Pd., Gr. Temukan cerita pendek seru lainnya yang akan terbit di blog ini. Memiliki ide cerita seru? Yuk kirim melalui halaman > Kontak yang ada diblog ini. Salam sehat bahagia dan mencerdaskan!

Prapto Ari P., S.Pd., Gr.
Prapto Ari P., S.Pd., Gr. Guru Kelas Tersertifikasi untuk jenjang SD/MI sekaligus penggiat teknologi pendidikan. Temukan inspirasi, tips belajar, dan integrasi IT dalam dunia pendidikan bersama guru humoris dan inovatif

Komentar